Rabu, 30 September 2015

Jalan-Jalan di Jawa Timur : Taman Nasional Baluran, Pantai Bama dan Gunung Ijen



 Yap cerita saya kali ini akan jalan-jalan di 3 tempat yang ada di Jawa Timur. Yaitu Taman Nasional Blauran, Pantai Bama dan Gunung Ijen. 3 tempat yang saya sukai . kenapa karena dalam satu trip sudah lengkap semua, ada gunungnya dan juga pantainya . 


Karena libur kuliah kami bingung nih mau kemana? Biasa kerjaan jomblo-jomlo kayak kami mah nyari tripan sama open trip . muehehe :D

Cari-cari lah info sana sini, Untungnya ada Open Trip dari Anaphalis Trip yang kebetulan mengadakan open trip ke Jawa Timur. Dan daftarlah kami. 

Anaphalis trip ini biasa membuka open trip kebetulan kami sudah kenal dengan yang punya tripnya. dahulu kami pernah ikut trip ini waktu ke pulau semak daun. 

Baca disini tentang semak daun 



Perjalanan~



Tanggal 12-13 September Team Basis Bandung yang terdiri dari   Saya, Della, Mila dan Hervani  berangkat dari bandung menuju Surabaya. 

Okay team kami cewe semua. Haha so- strong kami :D berangkatlah kami menuju tempat Meting Point yaitu di Surabaya. 

Bandung – Surabaya kami tempuh dengan 17 jam perjalanan menggunakan kereta api lokal . maklum pake local setelan mahasiswi :D 

 ini termasuk trip terjauh kami, biasanya kami Cuma sampai jogya dan kali ini ke Surabaya wow~
Jangan di Tanya bayangin ajah 17 jam di kereta. Pegel . bosen ah lengkap . untungnya sama temen-temen semuanya jadi tidak terasa :D




Sampai di Stasiun  Surabya Gubeng~

Sekitar jam 10 malam akhirnya sampailah kami di Surabaya yeay akhirnya setelah 17 jam bosan di kereta. 

                                                 Stasiun Surabaya Gubeng


Setelah sampai di Surabaya hal yang kami lakukan adalah mengisi perut yeah karena laper. 

Tengok kanan kiri, Tanya Tanya warga sekitar akhirnya kami nemuin Warung yang pas buat makan malam kami. 

Menunya lengkap dan harganya murah banget. Masakannya pun enak. Lupa nama tempatnya yang jelas tempatnya dari Stasiun Gubeng tidak jauh . sebrang Hanamasa Restoran .

Setelah makan kami bingung nunggu dimana karena kami janjian sama anak-anak trip yang lain di Surabaya jam 3 pagi. Sedangkan ini masih jam 12 malam .

Okay kami memutuskan mencari tempat istirahat sementara. Hotel ? bukan? mana ada?

 Kami mencari musola haha kebetulan dekat dari warung tempat kami makan malam tadi. 

Yap beristirahatlah kami di mushola duh persis kaya anak terlantar. Tapi ini seninya backpakeran :D 


Meeting Point di Stasiun Surabaya Pasar Turi~



Tidak terasa waktu sudah menunjukan jam 3 pagi . lumayan tadi bentar bisa tidur di mushola. Kami bergegas meninggalkan Mushola dan pergi ke tempat meetng point yaitu di Surabaya Pasar Turi.Dari stasiun Gubeng ke Pasar turi kira-kira sekitar 5km sewalah taxi untuk mengantarkan kami kesana.
Akhirnya ketemu dengan teman-teman si Basis Jakarta yang sudah menunggu kami . 

Perjalanan di mulai Explore  Jawa Timur~

Sekitar 25 orang yang ikut dalam open trip ini. 

Perjalanan pertama kami,  menuju Taman Nasional Baluran yeaay ~

Dari Surabaya kami lanjut ke banyuwangi dengan mobil yang sudah di sewa. 

Kalian yang inin explore Jatim sebaiknya menyewa mobil,karena setahu saya tidak ada angkutan umum yang menuju kesana. Atau bisa sambung kereta dari Surabaya-ke Banyuwanginya.
Perjalanan dari Surabya sekitar 7 jam menuju Banyuwangi .

Sarapan di Waroeng Kencur~



Akhirnya kami sampai Di Purbolinggo,  kami nyimpang dulu sarapan pagi di Waroeng Kencur okay warung ini rekomended banget. Menununya khas jawa banget deh. Dan harganya pas di kantong. Konon katanya warung ini sudah terkenal di kalangan pendaki gunung yang mau ke Argopuro. 


Beres sarapan perjalanan masih di lanjutkan. 


Ternyata Surabaya – banyuwangi cukup jauh juga. 

Tapi peandangan yang di suguhkan selama perjalanan keren banget serius. Kanan hutan kiri deretan pantai . ah banyuwangi keren pokonya.

Di perjalanan menuju Banyuwangi, ada 1 pabrik yang katanya perusahaan  Timah kami sempet berhenti dan mengambil gambar. Keren banget deh perusahaannya pinggirnya langsung laut lepas . 




Sampai di Taman Nasional Baluran ~
 12 september 2015~


Tidak terasa ternyata mobil kamipun sampai di tempat pertama yeeeay Baluran . 



Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia. Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran. Gerbang untuk masuk ke Taman Nasional Baluran berada di 7°55'17.76"S dan 114°23'15.27"E. Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan. (sumber: Wikipedia Indonesia).



Bagi pengunjung yang menyukai petualangan dan uji nyali, dengan ditemani petugas taman nasional, anda dapat mendaki Gunung Baluran setinggi ± 1.240 m dpl. Di atas Gunung Baluran pengunjung dapat menemui kaldera sepanjang ± 600 m dan sumber mata air Kacip yang tidak pernah kering sepanjang tahun. (sumber : http://balurannationalpark.web.id/gunung-baluran/


Okay saatnya meng-explore tempat ini..

Tempat ini sering di sebut Afrika Van Javanya Indonesia, memang betul sensasi Afrika-afriknya sangat terasa di sini. Kering- kering gimana gituh . keren deh pokonya :D 



Sayangnya saat saya berkunjung kesana ada beberapa tempat yang kebakaran. Mungkin karena musim kemarau dan panas jadi rumputnya banyak yang kebakar. 



Harga Tiket Masuk Taman Nasional Baluran
Harga tiket masuk Taman Nasional Baluran sangat murah :
Wisatawan Domestik = Rp   2.500
Wisatawan Asing       = Rp 20.000
Kendaraan                = Rp   6.000





Savanna bekol ~ 




Savanna bekol adalah sebuah padang yang indah dan luas . kalau malam disini tempat berkumpulnya banteng-banteng. Dari savanna bekol Gunung Baluran terlihat gagah berdiri . keren banget pokonya. Taman Nasional Baluran dilengkapi dengan berbagai fasilitas di dalamnya seperti penginapan, kantin, dan musholla.



Menara pandang di Savanna Bekol~




Pantai Bama~ 



Okay fix Baluran keren . di dalam Taman Nasional Baluran ini ada juga pantainya. Jadi setelah kita menikmati sensasi afrikanya baluran kita bisa menikmati suasana pantainya juga yang tenang dan damai~

Sekitar 4 km dari dari Savana Bekol ada sebuah pantai cantik berpasir putih yaitu Pantai Bama. Pantai ini adalah salah satu potensi wisata yang ada di Taman Nasional Baluran.



Pantai Bama menjadi salah satu tujuan wisatawan yang datang ke Baluran. Suasana pantai yang tidak terlalu ramai menjadikannya salah satu tempat yang seru untuk bertualang. Daya tarik dari pantai ini selain pasir putih serta air lautnya yang bersih adalah suasana natural yang sangat terasa. Hal ini dimungkinkan karna lokasi pantai ini berada di area taman nasional dan dikelilingi oleh hutan mangrove


Pemandangan dunia bawah laut di Pantai Bama ini terlihat sangat indah dengan banyaknya terumbu karang serta ikan hias. Dengan ombak yang cukup tenang kita bisa melakukan snorkeling untuk melihat-lihat keindahan dunia bawah laut di Pantai Bama

Suasana alami di pantai ini akan semakin terasa dengan adanya beberapa binatang liar di sekitar pantai. Jika beruntung kita akan bisa melihat hewan-hewan liar seperti biawak, lutung serta berbagai macam jenis burung. Hati-hati jika membawa logisik ke pantai ini karna di sekitar pantai banyak kera-kera liar yang siap menyerobot berbagai makanan saat kita lengah
Pantai Bama juga menjadi salah satu spot favorite di Taman Nasional Baluran untuk menikmati indahnya sunrise (sumber : http://www.yukpiknik.com/jawa-timur/pantai-bama/

Ah mantap~

Safari Night di Baluran~

Puas bermain air di Pantai Bama, saatnya kami siap-siap untuk Safari Night di Baluran.
 wiih menegangkan.
Sekitar jam 7 malam kami pun menelusuri kembali Savana Bekol yang siang kami sempat kunjungi dan berfoto disana.
Benar saja tak lama mobil kami berjalan,kami menemukan sekelompok rusa ah lucunya :D
Sayangnya kamera kami bukan kamera canggih yang bisa merekam di malam hari. Maklum keterbatasan pencahayaan.
Berjalan lagi tak lama kami menemukan sekelompok banteng sedang duduk-duduk santai di dekat pohon hitz nya baluran .
Lagi-lagi Cuma bisa bilang keren keren keren..Baluran emang keren. Sensasi liarnya kami dapatkan. Tak sia-sia kami dating jauh-jauh . 

Meninggalkan Taman Nasional Baluran~

Puas safari night kami pun harus meninggalkan taman nasional ini dengan segala cerita didalamnya.
Bye baluran~
Bye rusa-rusa yang lucu. Bye banteng-banteng :D 



Perjalanan dilanjutkan menuju ke Gunung Ijen~

Jam 8 malam kami meninggalkan Taman Nasional Gunung Baluran dan melanjutkan perjalan menuju Gunung Ijen .

Yeay sekarang giliran menggunung. Ya menggunung aktifitas yang saya sukai. Hamnpir 2 tahun hobi saya ini berlangsung dan saya selalu suka gunung . 


Sampai di Gunung Ijen ~
13 september 2015 pukul 01.00 dini hari ~



Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini mempunyai ketinggian 2.443 m dan telah beberapa kali meletus. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1999. Salah satu fenomena alam yang paling terkenal dari Gunung Ijen adalah kawah yang terletak di puncaknya. Untuk mendaki ke gunung ini bisa berangkat dari Banyuwangi ataupun dari Bondowoso. ( Sumber : Wikipedia Indonesia )



Okay bagi yang ingin ke ijen disaranan tiba disana pagi-pagi seperti kami.

Kami memulai pendakian jam 01.00 dini hari karena ingin melihat si “Blue Fire” si api biru yang terkenal itu . 

Dan jangan lupa sewa tour Guide juga yah . 

Pendakian di mulai ~

Pendakian pun di mulai, berbekal dengan cahaya headlamp yang terbatas.dan ditemani si Guide kami. 

Wow pendakian kala itu penuh banget wisatawan di dominasi bule-bule hihi cuci mata lumayan :D
Selain bule-bule banyak juga wisatawan local seperti kami. Tetep semangat :D 

Track Gunung Ijen ini tidak terlalu sulit. Cukup landai dan licin karena banyak apsir-pasirnya disarankan memakai sepatu khusus trecking . dan membawa bekal yang cukup tentunya karena untuk sampai di atas pendakian sekitar 5 jam . 

Blue Fire ( Si api biru)~


Ijen juga memiliki keajaiban dunia bernama “Blue Fire”, yaitu si api biru yang muncul secara alami karena proses alam. Blue Fire ini bahkan hanya ada 2 di dunia, yakni di Gunung Ijen dan di Islandia.
Pukul 04.30 kamipun akhirnya sampai di bibir kawah untuk melihat blue fire :D wow keren sumpah akhirnya saya bisa liat blue fire yang fenomenal itu keren deh keren banget. 

Waktu Terbaik Melihat Api Biru


Waktu terbaik untuk berkunjung ke Gunung Ijen adalah di musim kemarau pada bulan Juli sampai September. Pada musim hujan sangat bahaya untuk mendaki karena jalanannya licin. Saat terbaik untuk mendaki gunung pukul 05.000 sampai 06.00 WIB karena di pagi hari matahari belum bersinar terik dan lama perjalanan untuk naik dan turun gunung sekitar empat jam. Pemandangan di pagi hari lebih indah karena banyak kabut yang menyelumuti gunung dan uap belerang belum berbau. (Sumber : http://survival491m.blogspot.co.id/2014/01/fenomena-alam-api-biru-blue-fire-di.html

Api biru hanya dapat dilihat pada dini hari di Kawah Ijen, yaitu pada pukul 01.00-02.00, sebelum matahari terbit. Puncak momen keindahan Kawah Ijen terletak pada saat matahari sedang berada di belahan bumi lainnya. Warna terang ini berasal dari tingginya suhu yang ada di kawah tersebut. (sumber : http://survival491m.blogspot.co.id/2014/01/fenomena-alam-api-biru-blue-fire-di.html

Tapi sebenernya kita masih bisa melihat Api biru itu dari jam 01.00 – 05.00 . 


Bagi yang ingin turun dekat dengan kawah, disarankan menyewa masker khusus yang disediakan di sana. Karena saya tidak membawa masker dan tidak mau menyewa akhirnya saya hanya melihat api biru dari kejauhan saja. Tapi cukup puas :D 



Jam 05.00 pun berlalu sin api  biru pun sudah tidak terlihat lagi~

Kini giliran belerang yang terus menerus mengeluarkan asapnya.  Perlahan terangpun datang, kami masih betah duduk di bibir kawah . sama namanya di gunung cuacapun terasa dingin sekali brbrbr~


Kawah Ijen~
Pukul 06.00
 
Tak terasa matahari pun muncul. Dan ternyata jeng jeng saya melihat kawah Ijen . 


Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar.. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia. ( Sumber : http://www.eastjava.com/tourism/banyuwangi/ina/ijen-crater.html )


Wow kawah ijen dengan warna hijau toska ternyata keren banget. 



Penambang belerang~


Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktif dan beraktifitas. Saat berada di kawasan kawah Ijen, pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya. Sumber : http://www.eastjava.com/tourism/banyuwangi/ina/ijen-crater.html )

Pemikul belerang harus berjalan se[anjang 7 kilometer dengan memikul belerang seberat 70-80 kilogram.bayangkan saja  betapa kuatnya para pemikul belerang itu. Sehari bisa bolak-balik sebanyak 3-4 kali .

Dengan upah yang tak seberapa bila dibandingkan dengan resiko yang mungkin terjadi. Harga sekilo belerang hanya di hargai Rp. 1000~

Okay itu Gunung Ijen dengan segala pesona dan cerita yang tersimpan didalamnya. 




Ijen memang keren . 
~
Selesai jalan-jalan kami di 3 tempat di jawa timur 

 
Pulang~

Kamipun harus pulang ke bandung lagi.

Terimakasih teman-teman Basis bandung (Della,Mila dan Hervani)

Terimakasih Anaphalis Trip luar biasa~




Selasa, 29 September 2015

Semalam di Gunung Prau 2565 Mdpl via Patak Banteng



Bisa dibilang nostalgiaan~

Hallo Gunung  Prau, Gunung cantik dengan segala pesonamu , alhamdulilah akhirnya bisa dikasih kesempatan balik lagi ke gunung ini. Rasanya kayak nostalgiaan ~ ciyeilaah~
Baca di sini gimana akses dari bandung ke Gunung Prau dengan menggunakankendaraan  umum ?.


Okay balik lagi ceritanya nostalgiaan sama Gunung Prau~

Perjalanan~

Tanggal 29-30 Agustus 2015 kemarin  alhamdulilah saya bisa dikasih kesempatan lagi balik ke gunung ini. Jujur gunung ini tuh kecil tapi view nya juara. The best pisan!!! rekomended banget buat kalian yang ingin nyobain sensasinya naik Gunung  dijamin gak akan nyesel~
Perjalanan dari Bandung- Wonosobo kami tempuh sekitar 8 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi . 



Sampai di wonosobo~


Akhirnya setelah perjalanan panjang , sekitar jam 5 subuh akhirnya kami sampai di Wonosobo yeay~ kami mampir dahulu di pasar apa yah lupa lagi namanya untuk membeli logistic buat nanti di gunung. 

Yang ingin memulai perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi gak usah hawatir di sepanjang jalan basecamp Gunung Prau  kita bisa nitipin kendaraan di sana di sekitar rumah dan warung-warung warga . permalam di tarif luamayan mahal Rp.35000.

Setelah membeli logistic,packing dan setelah semuanya siap kami melanjutkan lagi perjalanan menuju basecamp. 

Singgah sebentar di menara Pandang Dieng~




Di perjalanan menuju Basecamp kami sempet berhenti dahulu di Menara Pandang desa Dieng. Keren deh pemandangan disini. 


Yap dieng julukannya sangat tepat Desa Atas Awan.karena Dieng sendiri merupakan Desa Tertinggi di pulau jawa. 

Dari sini terlihat dengan Gagah Gunung Sindoro-Sumbing di selimuti awan~

Ah Dieng pesonamu~~


Singgah di Telaga Warna Dieng~




Setelah puas berfoto di  Menara Pandang, kami pun sempat singgah di Telaga Warna Dieng. Cukup dekat sekitar setengah jam kamipun tiba di Telaga Warna Dieng~

 
Keren~


Danau dengan warna Hijau toskanya~

Perjalanan di lanjutkan~

Dari Telaga Warna dieng,perjalanan dilanjutkan  ke basecamp cukup dekat ko sekitar 30 menit juga sudah sampai~

Sampai basecamp~



Banyak yang berubah, dahulu terakhir saya kesini oktober tahun 2014 Basecampnya masih di depan jalan raya. Sekarang berubah menjadi dalem.



 Setelah mengisi simaksi dan membayar tiket sebesar Rp.10.000/orang  kami memulai pendakian. 

Pendakian di mulai~



Oh iyah masih sama sama trip saya dahulu, yaitu mendaki Gunung Prau via Patak banteng. Kenapa dipilih jalur ini?karena jalur ini cepat nyampe puncak dan termasuk jalur yang sering dikunjungi oleh pendaki lain. Meskipun tracknya lumayan berat dan jarang landai.bahkan tidak ditemui track landai.
Sekitar jam 1 siang kami memulai pendakian . 

Track nya masih sama malah sama persis seperti dahulu~

Yap kesan pertama kebul pasti. Buat kalian yang kesini di musim-musim kemarau siapkan ajah masker ,buff atau bengker . karena kebul banget . 

Pos 1 (Sikut Dewo)  ~


Okay setelah berjalan sekitar sejam dari basecamp melewati anak tangga, kebun kentang,dan kebun carica(papaya gunung yang hanya ada di wonosobo) akhirnya kami sampai di pos 1~. 

Istirahat sebentar .

Perjalanan di lanjutkan ~

Track semakin kebul dan sudah mulai menanjak. Uh sensasinya mantap banget, kekebulan dan papanasan di Gunung Prau wajib di coba asyik ~

Pos 2 (Cangal Walangan) ~

Sekitar 1 jam kami pun tiba di pos 2.

 Di pos 2 ini pemandangan yang disuguhkan adalah desa Dieng, perkebunan warga dan dari sini pun kita bisa melihat Telaga Warna Dieng yang terkenal itu.

Okay perjalanan di lanjutkan 

Semagat~

Cukup penuh pendakian kala itu summitnya ajah mengantri..

Sekarang mau kegunung manapun pasti penuh soalnya udah banyak yang suka sama hobi ini entahlah kekinian mungkin?

Sekitar sejam berjalan akhirnya kami tiba di pos 3 pos cacingan. 

Pos 3 (cacingan)~


Summit~

Nah tiba kami di summitnya Gunung Prau . 

Bisa di bilang Pos 3 yang terakhir ini adalah pos summitnya gunung Prau.



Tracknya jangan di Tanya semakin terjal tapi asik 

Di sini selain Telaga Warna ,Kawah  Sikindangpun keliatan ~

Ah keren!!

Tiba di Puncak Gunung Prau 25565 Mdpl~

Sejam summit akihirnya kami tiba di Puncak Gunung Prau sekitar jam 5 sore huft penuh banget suasana di atas puncak~

Tenda pun didirikan

Dinginnya asli dingin banget kala itu di tambah angin gede bikin maleskeluar tenda padahal banyak bintang-bintang malam itu~

Entahlah suhu di sini berapa derajat 10 kali bisa brbrbr~

masakpun di dalam tenda~

Berburu Si Golden Sunrise~





Jam 5 pagi di luar tenda udah rame ajah. Hmm ternyata benar dugaan saya mereka sedang menati kedatangan si Golden Sunrise. 


Jadi, Gunung Prau ini terkenal sebagai Gunung terbaik Se-asia Tenggara untuk melihat matahari terbit. 

gak salah kalau orang-orang yang kesini itu penasaran sama Si Golden Sunrisenya itu.
Indah sekali.. Subhanalloh~

Puncak Gunung Prau 2565 Mdpl ~ 
30 Agustus 2015
 












Pulang ~



Okay kami harus pulang setelah semua selesai packing dan bergegas kami meninggalkan gunung prau dengan segala cerita di dalamnya~



Terimaksih Gunung Prau  Si Gunung terbaik~



Terimakasih teman-teman semua :  teh Nadya, teh tyas, kang Epul kang Agus warbiasa~