Jumat, 24 Juli 2020

Setengah Perjalanan Menuju Gunung Lawu via Candi Ceto -

Sekilas tentang Gunung Lawu~

Gunung Lawu terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung Lawu terletak di antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Wikipedia

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.  Memiliki ketinggian: 3.265 Mdpl.



Kembali memulai aktif menulis lagi setelah sekian lama gak nulis di blog. perjalanan kesinipun sudah cukup lama sudah sekitar  1 tahun kebelakang tahun 2018. Setelah persiapan dan diskusi yang cukup panjang, saya dan teman-teman memutuskan mendaki ke Gunung Lawu . wow Gunung Lawu. Siapa yang tidak kenal gunung yang satu ini. Nama "Lawu" sendiri sudah cukup familiar di kalangan pendaki . karena gunung yang satu ini unik dan punya cerita sendiri. Yap cerita mistisnya,dan tentunya cerita tentang “warung Mbok Yem” . warung tertinggi di Indonesia. Jujur tujuan utama saya kesini adalah untuk menemui beliau si “Mbok Yem”. Antusias banget dong saya kesini.  Cuti liburan sudah saya ambil, tiket kereta api pun udah saya beli. Semuanya sudah siap. 


Sabtu, 29 Desember 2018 -

Sabtu 29 Desember 2018 sekitar pukul 13.30 WIB, kami berangkat dari St Kiaracondong Menuju kota Surakarta yang nantinya akan berhenti di Stasiun Purwosari. Kami berangkat dari bandung sekitar 7 orang. 5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan . terdiri dari ; Agun, Ihpar,omdens,om ocad,om deni,mila dan saya sendiri.


Minggu, 30 Desember 2018 di Surakarta~

Hari minggu sekitar jam 05.00 WIB kamipun tiba di St.Purwosari. kami langsung di jemput oleh mobil yang sebelumnya sudah kami “carter” untuk mengantarkan kami menuju Basecamp Gunung Lawu via Candi Ceto. Pemandangan menuju basecamp keren juga, kalau di bandung sih mirip jalan yang mau ke lembang. Kanan-kiri hamparan kebun teh. Seger sekali cuacanya tapi bulan desember emang lagi masuk musim penghujan tak lama cuacapun berubah menjadi mendung, gawat nih kalau mendung, sampai basecamp ajah belum .


Basecamp Gunung Lawu ~

Sekitar 2 jam perjalanan cukup jauh dari Stasiun Purwosari kamipun tiba di Basecamp. Keren banget di tambah cuaca mendung tidak ada pemandangan yang bisa kami lihat hanya kabut dan kabut, ditambah cuaca yang cukup dingin. Kami singgah di salah satu warung warga. Sepanjang jalan banyak sekali warung yang di gunakan oleh pendaki untuk beristirahat atau sekedar makan. Kami sarapan terlebih dahulu di warung ini. Menu yang kami pilih telor dadar, setelah sarapan kami semua packing barang lagi, mengecek ada yang tertinggal atau tidak. tidak lama hujan turun. gawat nih turun hujan dan cukup besar. Saya sempat “down” kalau hujannya tidak berhenti terpaksa kami harus tetap melanjutkan perjalanan. sekitar 1 jam hujan akhirnya berhenti. Alhamdulilah. Tapi cuaca masih  mendung. Tak apa yang penting ga hujan. Kami memulai pendakian.


Tiba di Pos Registrasi~

Sekitar jam 09:00 WIB, setelah mengisi data kelompok; seperti nama kelompok, nomor HP kelompok, kami semua diberi arahan sebentar oleh si penjaga pos. apa saja yang dilarang, semisal di larang mengeluh, apa saja yang di bolehkan. dan yang terpenting disini adalah  wajib bawa kembali sampah turun. Karena nanti setelah turun gunung sampah kitapun akan di periksa kembali.



Perjalanan di Mulai~

Uhh deg degan akhirnya kesampaian juga mendaki gunung ini, gak sabar juga pengen ketemu si “Mbok Yem”. Emang bener yah ada warung di atas gunung??? Mbok yem tunggu aku~



Track pertama beberapa anak tangga, Setelah itu masuk ke track jalan yang sudah di aspal. tidak lama jalan berbatu dan naik dan tidak lama jalan tanah. Dari sini kita bisa lihat candi., keren sekali yah ada candi disini . Candi Kethek namanya.

tidak lama kita akan ketemu genangan air, yang sebelah kirinya ada tali. Katanya kalau hujan jalan ini cukup berbahaya karena airnya cukup deras.


Pos 1 Mbah Branti~

Setelah sekitar 1 jam berjalan tibalah kami di pos 1. Cuaca mendung menemani perjalanan kami. Di sini kami beristiahat sebentar. Sekedar minum dan makan cemilan . lumayan juga nih kalau di kasih panas soalnya pepohonan tidak terlalu rapat. Kami melanjutkan perjalanan kembali.  Belum sampai pos 2 cuaca tidak bersahabat. Hujan datang. Jas hujan kami keluarkan, terpaksa kami harus berjalan di tengah hujan. Ini sih yang paling menyebalkan paling ga suka kalau udah di kasih hujan, tapi harus gimana lagi kami harus tetap melanjutkan perjalanan. Pos 1 ini berada di ketinggian 1.702 Mdpl.



Pos 2 Brak Seng~

Perjalanan menuju pos 2 cukup berat ditambah hujan cukup deras , dingin banget gak lama badai datang serem banget sumpah pengen nagis sempet nyerah tapi teman-teman terus menyemangati. Terimakasih tim . sekitar pukul 12.00 WIB kami tiba di pos 2. Akhirnya hujan tidak terlalu deras karena track sudah di dominasi pepohonan yang cukup rapat . kami beristirahat sebentar minum dan makan cemilan . cukup ramai di sini , pos 2 cukup luas. Tapi kalau kami camp di sini terlalu jauh . kami melanjutkan perjalanan kembali. Perjalanan semakin berat, di temani hujan langkah kaki kami kian sempit di tambah sudah seharusnya makan siang, lumayan tracknya mirip track cikuray. Pos 2 ini berada di ketinggian 1.906 Mdpl.



 Pos 3 Cemoro Dowo~

Saya sudah ga kuat lagi berjalan di tambah kalau kami paksakan perjalanan dari pos 3 ke pos 4 masih jauh sekitar 4-5 jam lagi waduh. Hujan semakin deras dan semua teman-teman tampak kelelahan. Kami terpisah dari rombongan teman saya yang ber3 sudah jauh berjalan dan sekarang tidak tahu dimana. Kami ber4; Agun,Ihpar,Mila dan aku. Cuaca semakin dingin, jas hujan saya sudah bocor. Terpaksa kami harus buka tenda paksa di sini. Selagi Agun dan Ihpar bikin tenda Saya dan Mila berteduh di Shalter menahan dingin, Gemeteran kami tenda tak kunjung jadi. Kasian juga Agun dan Ihpar harus pasang tenda di tengah hujan badai dan cuaca yang dingin. Setelah 20 menit tendapun jadi . kami di sarankan langsung ganti baju dengan baju yang kering. Alhamdulilah hangat. Di dalam tenda masih banyak pendaki yang lalu-lalang turun maupun yang baru naik. Kondisi pos 3 cukup sempit tidak seluas pos 2. Setelah makan siang dan ganti baju kami cerita-cerita di dalam tenda, dan makan siang di dalam tenda. Diluar masih badai dan tak kunjung berhenti. Terpaksa perjalanan harus kami akhiri disini di pos 3. Sedih juga tapi ga mungkin juga kami paksakan, romongan yang lain entah pada camp di mana. Kami terpisah. Pos 3 ini berada di ketinggian 2.251 Mdpl.





Setelah menginap semalam kami semua pulang. Sayang sekali pendakian harus kami akhiri disini. Di pos 3. Terimakasih Gunung Lawu, tunggu saya kembali. Mungkin belum waktunya saya berjumpa dengan Si “Mbok yem”. Terimakasih teman-teman yang sudah menemani perjalanan saya. Puncak bukan tujuan utama. Tujuan utama adalah kembali kerumah dengan selamat. Terimakasih 2018.

 

 

 

 

 

Jumat, 07 Desember 2018

~Wajah baru Gunung Guntur (lagi) 2249 Mdpl~



Tring tring  bunyi WA masuk , unch ternyata WA dari hyung aku alias kaka aku  hehe . doi bilang katanya sabtu mau hiking ke Gunung Guntur dan minta tolong temenin. Wow. Guntur? (lagi) setelah 2x aku di tahun 2014 sempet berjani gak bakal ke Gunung ini lagi . tapi di pikir-pikir, lagi bête betenya gini mah cocok gas Guntur, sempet galau soalnya cuaca di  Bandung lagi dingin-dinginnya  , hujan hampir setiap hari.

 Sebenernya cuaca lagi gak bersahabat nih buat main ke gunung , terus yang jadi pertimbangan selain cuaca ya itu izin ortu heu. Sempet galau ikut engga ikut engga. Satu sisi pengen ikut satu sisi mikirin keselamatan. Tiap hari galau sampe pada akhirnya semalem sebelum keberangkatan aku memutuskan untuk ikut ke Guntur. Wow packing dadakan yang pernah aku alami . asli.

Gunung Guntur, Siapa yang gak kenal Gunung yang satu ini. Yap. Gunungnya paling pendek kalau di bandingkan dengan Gunung Papandayan sma Gunung Cikuray . tapi merupakan track yang paling curam dan berat sih kalau menurut saya di bandingkan Papandayan sama Cikuray yang merupakan gunung tertinggi di Garut.  Konon katanya Gunung Guntur juga merupakan salah satu Gunung yang masih aktif sampai saat ini. 



Sabtu, 24 November 2018 jam 17:00~
Sabtu 24 November 2018 perjalanan dimulai, kami berangkat ber-5 . Agun, A Gelar, A ihpar, Mila dan aku. Kami berangkat dari Rancaekek sekitar jam 5 sore menggunakan motor , Kenapa sore? karena sabtunya ada yang harus kerja dulu termasuk aku.

Tiba di Garut pukul 18:00~
Sekitar, jam 6 sore sampailah kami di Garut,yipii dan begitu sampe cuaca  garut mendung dong dan sempet gerimis heu liat gunung Gunturnya ajah gelap banget . kami sempet istirahat di SPBU Tanjung. SPBU ini sering di jadikan tempat pertemuan bagi para pendaki yang mau naik ke Gunung Guntur. Disini kami sempet membeli logistik dan packing ulang sambil nunggu hujan reda .

Menuju basecamp Gunung Guntur 18:30~
Jadi,pintu masuk gunung Guntur ada di sebelah SPBU Tanjung  di kampong Citiis namanya, nah disitu nanti kita ketemu gerbang yang tulisannya “selamat datang di taman wisata alam gunung Guntur”. Kalau tidak membawa kendaraan sendiri kita bisa menggunakan jasa ojek warga setempat. Minta di anter sampai basecamp. Tapi banyak juga pendaki-pendaki yang memutuskan untuk jalan sampai basecamp.  Dulu 2014 yang lalu saya terakhir kesini masih bias numpang truck tambang pasir, tapi sekarang aktivitas pertambangan karena sudah di hentikan jadi truck-truck tambang gak terlihat disini.
Di tengah perjalanan ternyata kami bertemu warga setempat yang menjaga pos, dan warga bilang kami harus mebayar tiket masuk untuk motor dahulu 10k bayarnya/motor  termasuk jasa titip motor di sana.

Tiba di basecamp Gunung Guntur 19:00~
Sekitar 1 km dari gerbang depan sampailah kami di basecamp Gunung Guntur , kami melakukan registrasi terebih dahulu, oh yah cukup perwakilan rombongan yang melakukan registrasi. Nanti di kasih selembar kertas gitu. Aku bilang sih sekarang mendaki Gunung Guntur sudah bagus, mulai dikelola dengan baik oleh warga, jadi jelas gak kayak dulu . oh yah di sini juga kalau bawa kendaraan, kendaraannya bisa d titip disni, di deket rumah-rumah warga.
Setelah registrasi kamipun melanjutkan perjalanan .

Tracking malam 19:00~
Tracking malam kali ini, baru kali ini saya melakukan tracking malam. Rasanya tegang asli. Kami melewati daerah pertambangan. Oh yah masih ada loh bekas alat pertambangannya disini. Dulu terakhir saya kesini 2014 yang lalu saya gak pake jalur ini, tapi langsung motong ke pertambangan. Langsung terjal dan panas tracknya. Kalau sekarang tracknya sudahterkelola dengan baik dan rapih . tracknya didominasi bebatuan. Cuaca cukup cerah malam itu , sehingga kami bisa melihat city light kota Garut dengan jelas. Keren . padahal belum cukup tinggi kami naik, tapi view disini luar biasa keren.


oh yah ini foto-fotonya keesokan harinya yah pas turun.

Sampai Pos 1~


Setelah sekitar 1.5 jam berjalan, kami berjalan santai soalnya, kalau cepet sih bisa 1 jam sampe sini. Pos 1 berupa warung. Katanya namanya sih “warung teduh”. Bukan payung teduh yah. :p Tempatnya cukup enjoy, ada toilet, ada musholla, kursi-kursi tempat istirahat nyapun banyak. Warungnya cukup lengkap ada semangka, gorengan, minuman anget dijual disini. Wow ak ajah sampe kagum . keren, Guntur beda banget 2014 sama 2014 yang lalu. Kami sempet berbincang-bincang disini.

Sekitar 15 menit berjalan eh nemu pos. tulisannya “Pos Jaga TWA Guntur” keren nih posnya. Di tembok, berdiri kokoh. Disini pendaki wajib lapor sambil membawa kertas yang tadi di kasih di basecamp. Disini di data ulang lagi, sambil bayar simaksi 20k/orang. Cukup murah saya rasa dengan fasilitas yang diberikan keren. Dan lagi Guntur Keren, dikelola dengan baik.
Track didominasi batu dan sedikit tanah, abis hujan tracknya jadi enak. Gak kebul.


Sampai Pos 2~


Perjalanan di lanjut, di sepanjang perjalanan di temenin suara gemercik air. Ternyata sebelah track itu adalah aliran air. Oh yah menuju pos 2 kami melewati genangan air. Keren kayak di gunung Gede. Bedanya ini versi mini hehe . airnya seger banget deh.
Track di dominasi bebatuan . lumayan bebatuan besar + nanjak pula. Harus ekstra hati-hati .
Dari Pos 1-2 perjalanan di tempuh sekitar 2 jam jalan santai . ketemu deh air terjun di sini. Oh ini yang dinamakan air terjun Citiis. Emang tiis sesuai namanya hehe

Perjalanan di lanjutkan sampai Pos 3~

Pos 3 merupakan pos terakhir. Disini area wajib bagi pendaki buat camping.
Perjalanan dari pos 2- pos 3 sekitar 2 jam jalan santai. Memang luamyan jauh . saya ajah sampai kelelahan. Bête ko gak sampe-sampe udah lelah banget . tracknya nanjak terus, gak ada bonusnya .

Tiba di Pos 3 ~





Akhirnya kamipun sampai di pos 3. Yeay alhamdulilah . seperti biasa ketua wajib laporan dahulu.
wow ternyata banyak juga yang camping, padahal musim hujan heu. Karena datang kemaleman jadi tempat campingnya udah penuh alias susah lapak. Beruntunglah ada untungnya kami Cuma bawa 1 tenda . cuacanya tiba-tiba mendung , sedih deh city lightnya jadi gak keliatan . mendung alias kabut semua . iyah kabut hihi. Kamipun langsung pasang tenda dan masak buat makan malem . oh yah di sini masih banyak babi hutannya, jadi makanan harus hati2 kalau bisa sih d masukin tenda . soalnya semalem keliatan tuh nongol si babi hutannya untung Cuma 1 . –“


di Pos 3 ini fasilitasnya ada toilet, musholla, warungpun ada lengkap deh
Setelah makan malam, kamipun lanjut istirahat, persiapan besok pagi summit. Iyah kali ini harus summit, dahulu 2014 yang lalu ak bias camping di puncak 1 walaupun emang terlalu berisiko dan ripuh tentunya. Soalnya kalau di puncak tidak ada pepohnan menghindari hal2 yang tidak di inginkan soalnya konon dulu pernah ada pendaki yang tersambar petir. Makannya gak boleh camp di puncak .
Tenda ber4 di pake ber5 alhasil “hareudang” alias gerah asli. Gak tau gunungnya sehabis hujan gak dingin gak tau kami kelebihan di tendanya yang jelas di tenda anget, sama sekali gak dingin.

Summit attack Mt.Gunturt 06:00 ~





Kali ini harus summit, jam 06:00 kami semua bangun. Mager asli, setelah solat subuh dan nyemil-nyemil sambil packing kami semua sepakat summit. Tadinya saya gak bakal ikut karena mager asli di tambah semalem kurang tidur.


Tracking santai. Track di dominasi pasir. Seluruhnya pasir wow . gunung Guntur ini sering disebut “semeru mini” karena memiliki karakter track berpasir dan kerikil layaknya gunung Semeru. Jadi cocok nih buat latihan ke semeru heehe .



Disarankan mengambil jalur sebelah kiri yah karena lebih enak sebelah situ kalau naik, biar gak licin dan juga ada pepohonan jd sedikit sejuk. Kalau ngambil jalur tengah di jamin deh ngos-ngosan bête asli naik 3 langkah, turun 1 langkah . beberapa kali juga saya sempat terjatuh karena track yang licin.
Dari summit sampai puncak tracknya semua pasir yah jadi jangan kaget . siapkan stamina hehe dan lagi hampir di buat nyerah sama tracknya. Tapi temen2 nyemangatin terus .






Puncak 1 Mt. Guntur 09:30 ~
Akhirnya setelah kurang lebih berjalan 3 jam kamipun sampai dipuncak 1 Gunung Guntur . yeaay. Gunung Guntur memiliki 4 puncak .








Saya Cuma mengambangi puncak 1 karena kondisi saya yang sudah kelelahan . bagi yang inin ke puncak 2 mungkin butuh waktu sekitar 30 menit saja untuk sampai disana. Dahulu saya pernah ke puncak 2 disana ada tugu tulisannya puncak Gunung Guntur. Tapi saya belum pernah sampai puncak 3 dan 4 .

Cuaca kurang bersahabat nih terkadang kabut, terkadang cerah, terus kabut lagi. Oh yah di sini pasirnya anget kalau di gali keluar uap kawahnya kaya sauna hehe asli anget aku ajah betah di sini.
Kalau dilihat-lihat Gunung Guntur dari puncak 1 viewnya kaya Gunung Merbabu. Sabananya keren deh pokonya asli.



Sekitar jam 12:00pun kami turun dari puncak setelah puas berfoto dan sedikit merenung berbincang dengan alam. Woa ternyata benar ada hari baik untuk gunung yang baik hehe dan hari itu saya merasakannya.

Terimakasih teman-teman, terimakasih perjalanan malamnya, terimakasih ceritanya, terimakasih Gunung Guntur. Terimakasih semesta. Kali ini saya berjanji gak akan kesini lagi hehe :D cukup 3x

   



~Akhirnya Atap Jawa Barat Mt.Ciremai 3078 Mdpl~



21-23 September 2018 kami di beri kesempatan mengunjungi Gunung tertinggi di Jawa barat . yap Gunung Ciremai.

Tiba-tiba H-2 Rabu pagi, sebelum keberangkatan kami mendengar berita  Gunung Ciremai kebakaran wow seketika saya dan teman2 langsung down padahal udah packing, kami sempet mencari kebenaran info tersebut. Mencari tahu Di Instagram, menanyakan kepada teman2 yang kebetulan tingal di sekitar kuningan, melihat berita, menelepon info Gunung Ciremai . Dan benar sajah Gunung Ciremai sedang kebakaran. Huft ----s

Gunung Ciremai-
Gunung Ciremai adalah gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 3.978 mdpl (meter di atas permukaan laut). Gunung Ciremai atau Ceremai atau Cereme berdiri di atas 3 kabupaten yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.


Gunung Ciremai sendiri mempunyai 3 jalur resmi yaitu Apuy, Palutungan dan Linggarjati . Linggarjati merupakan jalur yang paling sulit di bandingkan 2 jalur yang lain. Dan jalur yang umumnya di pakai para pendaki dan menjadi jalur favorit yaitu jalur Apuy. Dan kami semua mau mendaki Gunung Ciremai via jalur Apuy. Dan menurut info Gunung Ciremai yang kami dapatkan melalui instagram tidak ada penutupan jalur yang mau mendaki Gunung Ciremai via Apuy masih di rasa aman . fyuh Syukurlah

Berangkat dari Rancaekek~
Jum’at malam tanggal 21 Septemeber 2018 kamipun akhirnya memutuskan berangkat, bismillah ajah kalaupun iyah di tutup toh kamipun bisa balik lagi. Dari Rancaekek  kami menggunakan mobil rental karena kalau kami membawa kendaraan sendiri apalagi kalau bawa motor terlalu berbahaya karena kami berangkat tengah malam sekitar pukul 23:00 wib . mobil sewa kami dapatkan dari teman kami biayanya lumayan 2jt/pp. tak apa yang penting kami sampai dan nyaman daripada harus naik umum ribet .

Sampai di Bale Desa Apuy~
Kamipun akhirnya tiba di bale Desa Apuy, tepatnya di kaki Gunung Ciremai. Sekitar pukul 03:00 WIB. Sebelumnya kami sudah janjian sama mas Dani, beliau yang akan mengantar kami menuju basecamp Gunung Ciremai, kamipun menyewa pick up darinya . Mas Dani ini baik loh, kamipun di tawarkan beristirahat di rumahnya sambil packing ulang. Oh yah kalau yang membawa kendaraan pribadi khususnya mobil Cuma bisa sampe balai Desa Apuy. Dari balai desa apuy nanti kita wajib nyewa pickup untuk mengantar sampai basecamp Gunung Ciremai. Sewanya cukup murah 30k/orang/pp . kenapa harus pake pickup karena jalannya cukup menyeramkan sih kalau bisa saya bilang. tracknya kecil Cuma muat 1 mobil kalau ada mobil lain dari arah sebaliknya harus bergantian. Pemandangannya keren kanan kiri kita bisa liat kebun milik warga yang di Tanami sayuran seperti kol, bawang daun, kacang tanah dll. Cuaca hari itu cerah banget. Syukurlah .



22 September 2018

~ Tiba di basecamp Apuy, Pos Berod ~
Kami tiba sekitar pukul 07:00 wib . simaksinya 50k/malam. Cukup mahal sih yah . tapi, dapet vocer makan juga . menu makannya nasi+ceplok telor+tahu dan tempe. Lumayan kan.  Sebelum memulai pendakian kami semua sarapan dahulu di warung no.7 . jadi tiap udah bayar simaksi nah di tiketnya bakal di tulis di warug mana kita bisa menuker vocer makan ini.



Memulai pendakian~
Setelah beres sarapan kami semua packing ulang dan berfoto dahulu di gerbang selamat datang . 2016 lalu sempet kesini dan akhirnya semesta merestui saya balik lagi kesini dengan cuaca yang cerah,


Oh yah tim kami kurang lebih 15 orang . team Kejo Break (dari cipacing)  feat team SBR (dari rancaekek) .
Team kejo break berangkat awal, lalu tim kami seperti biasa berada di barisan belakang. Ber-5 team kami. Agun, Agelar, Mila, Hervani dan saya sendiri. Kami memilih Jalan santai . 

Kami memulai pendakian sekitar pukul 09:00 Wib .

Pos 1 Arban~

Setelah kurang lebih satu jam kami berjalan, akhirnya kami tiba di Pos 1 Arban . pos arban sendiri berupa pos dengan bangunan yang cukup megah, berupa banguan pos bersemen dan bergenteng. Cukup kokoh. Para pendaki biasa beristirahat di sini.


Setelah di rasa cukup beristirahat dan berfoto kamipun melanjutkan perjalanan kembali.



Pos 2 Tegal Pasang~
Dari pos 1 menuju pos 2 tracknya udah mulai lumayan, track di dominasi akar-akar tapi yang aku suka dari track Ciremai ini, tracknya bikin adem soalnya pepohonannya masih rapet jadi gak bikin panas .


Dari pos 1 ke pos 2 perjalanan di tempuh kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan dengan jalan santai .
Perjalanan di lanjutkan ~

Pos 3 Tegal Masawa ~
Dari pos 1 menuju pos 3 perjalanan di tempuh sekitar 2 jam perjalanan. tracknya mulai berat, berapa kali saya istirahat d sepanjang track, cukup menguras energy dan tenaga saya.


Akhirnya kami sampai di pos 3 , kami beristirahat cukup lama di sini, bahkan teman saya Hervani sempet tertidur sebentar di track ini.
Oh yah pendakian saya ke Gunung Ciremai di tahun 2016, saya Cuma sampai sini. Dan camp di sini, di karenakan beberapa pertimbangan, cuaca, temen yang hypo dan badai.
Tapi sekarang di tahun 2017 alhamdulilah saya di beri kesempatan berkunjung lagi kesini. Senang rasanya.
Setelah beristirahat kurang lebih 20 menit perjalanan kami lanjutkan.



Pos 4 Tegal Jamuju~
Dari pos 3 perjalanan menuju pos 4 di tempuh sekitar 1 jam perjalanan. pos 4 sendiri cukup luas. Kami sempet beristirahat cukup lama juga kurang lebih 20 menit.


Setelah cukup beristirahat dan berbincang, perjalanan kami lanjutkan .
Oh yah kami rencana mau camp di pos 5 . perjalanan harus kami lanjutkan sebelum gelap tiba. Kalau udah gelap ribet .

Pos 5 Sanghyang Rangkah~


Dari pos 4 ke pos 5 perjalanan kami tempuh kurang lebih 2 jam. Lumayan .
Oh yah kami camp di sini karena ini pos terakhir dan camp di wajibkan sampai batas di sini.
Kami tiba sekitar pukul 17:00 wib .


Kami segera mendirikan tenda, masak buat makan malam. Oh yah kami bertemu team Kejo Break di sini .

Malampun tiba~
Ah cuaca cukup cerah, bintangpun terlihat, kami menikmati malam di Pos 5 Gunung Ciremai.. indahnya..

SUMMIT~
Kami bangun sekitar pukul 05:00 wib . summit , setelah kami sarapan. Kamipun berdoa dan Summit.
Track semakin berat. Vegetasi pepohonan sudah jarang terlihat. Itu artinya puncak semakin dekat.
Dan lagi kami kesiangan. Kami gak keburu menikmati sunrise di puncak selalu di tengah jalan.
Nanti d tengah track kita bakal ketemu persimpangan . persimpangan menuju Jalur Apuy dan Palutungan~

Pos 6 Goa Walet~
nah kalau mau ke goa walet kita harus turun dulu. goanya di bawah sana . saya cuma liat dari atas. keren ada goa di sini .

Nah dari dulu saya penasaran sama tempat yang satu ini yap si Goa Walet. Tapi sepanjang track pas Summit syaa gak nemu tuh si Goa Walet.

Ternyata saya menemukan dan akhirnya bias melihat si Goa Walet. Tapi dari jauh. Ternyata kalau mau ke tempa ini kitab harus turun dulu ke bawah . huft cape.






oh yah di sini kita sempet menemukan padang edelweiss . padang edelweissnya luas banget betah banget di sini. Keren banget. Ini tempat terkeren kalau menurut saya di Gunung Ciremai ini.


Puncak ~
Yeay akhirnya puncak dari pos 6 ke puncak sekitar 1 jam perjalanan. akhirnya kamisemua mencapai puncak Gununung Ciremai . alhamdulilah 2018 ini semesta merestui saya berkunjung kesini.
Jadi puncak Gunung Ciremai ini berupa sekeliling kawah . luas banget. Dan keren banget.











Terimakasih kalian
Terimakaish Kejo Break
Terimakasih SBR
Terimakasih waktunya
Terimaksih Gunung Ciremai akhirnya saya di perkenankan kembali kesini.
Oh yah pulang dari Gunung Ciremai kita bakal dapet sertifikat terlah berpartisipasi dalam pendakian Gunung Ciremai via Apuy